TUBUH bagi wanita itu
aset. Maka perlu dipelihara. Tak perlu harus memiliki yang sempurna. Namun tak
cukup puas hanya memiliki tubuh semata. Yang dikaruniai bertubuh sempurna bukan
tak perlu merawatnya. Sebaliknya tak perlu cemas kalau bertubuh kurang
sempurna. Banyak cara untuk menyiasati.
Iptek medik kian berkembang bagaimana kekurangan
fisik bisa dipoles, ditembel, disumpal, direparasi sehingga mendekati sosok
yang lebih bagus. Namun jauh lebih penting dari itu. Bukan cuma dari sosok
tubuhnya seorang wanita dinilai. Di balik fisik tersimpan sex appeal sebagai
dayapikat pribadi. Yang melihat sex appeal akan menemukan kelebihan perempuan
sekalipun tidak cantik. Kecantikan tersembunyi ini yang perlu dibuat mekar.
Beruntung jadi perempuan, kata kaum lelaki.
Secara biologis wanita rata-rata berumur lima tahun lebih panjang dari pria.
Ada perbedaan konstruksi susunan saraf, selain beban stres, ancaman dan risiko
lebih kendur dibanding yang lazim kaum pria hadapi. Itu alasan kalau mau
sehidup semati dalam perkawinan, pilihlah suami yang lima tahun lebih muda
supaya tahun kematiannya kurang lebih bisa bareng.
Benar, tubuh saja bukan segalanya, karena wanita
juga perlu isi kepala. Cantik di luar saja tak cukup. Isi kepala dan
kepribadian ikut menentukan kalau bukan malah yang lebih terasa menonjol, siapa
sesungguhnya seorang wanita. Nobody atau somebody? Oleh adanya muatan itu pula
ia menjadi somebody. Terlebih bekal menjadi ratu di rumah tangga. Ternyata
menjadi istri elegant bukanlah dilahirkan, melainkan bisa dan harus dipelajari.
Bukan saja tubuh, otak wanita tak serupa dengan
otak lelaki. Selain struktur, juga cara kerjanya pun tak sepenuhnya sama. Ada
kekurangannya, selain otak wanita memiliki pula kelebihan. Setiap suami perlu
memahami perbedaan itu supaya istri tampil utuh melakukan peran gendernya
sebagai istri, ibu, dan kekasih. Misal, bahwa dari sananya wanita itu lebih
doyan bicara (Baca: bergosip) dibanding lelaki bukan tanpa sebab. Memang ada
yang berbeda pada unsur di otaknya. Bayi perempuan lebih lekas bicara dibanding
bayi lelaki. Perempuan cenderung lebih cerewet dibanding laki-laki. Pekerjaan
yang lebih menggunakan kemahiran berbicara diberikan kepada kaum ibu saja
ketimbang kepada seorang kakek.
Suka bersolek juga bagian lain dari tabiat
wanita. Sedang kelemahan lelaki terus terang masih pada matanya (visual).
Pemahaman wanita ihwal ini perlu dicermati betul agar ia senantiasa berupaya
untuk tampil elok setiap saat. Bukan saja di luar rumah. Karena tak sedikit
istri tanpa ia sendiri menginsafi sejatinya berdandan untuk suami orang lain.
Hanya wangi, mempesona kalau ke luar rumah. Sedang di rumah pakai gulungan
rambut, muka penuh masker, dan daster bau dapur. Total jenderal suami cuma
kebagian bau dan jeleknya doang.
Bukan sedikit suami di rumah sering kali susah
membedakan mana yang Inem, dan mana yang nyonya rumah. Lelaki yang kodratnya
terfokus pada hal-hal yang visual, boleh jadi terganggu seks dan libidonya
kalau melihat istri di rumah ternyata tak seindah teman di kantornya, misalnya.
Celaka kalau suami terus saja merasakan istri tidak lebih mengkilap dari wanita
yang seliweran di luar rumah.
Menjadi ratu di rumah sendiri tak bisa hanya
mengandalkan warisan tubuh yang elok belaka. Percuma punya tubuh sexy, dan
wajah cantik bila ternyata statusnya tidak sehat. Maka kesehatan harus menjadi
nomor satu. Bukan saja sehat fisik, melainkan juga jiwa. Lebih dari itu, sehat
pula secara sosial, dan spiritual. Kita menyebutnya total fitness.
Bukan harus menjadi rahasia lagi kalau mahkota
wanita itu ada empat. Kulit, rambut, gigi, selain bagian-bagian tubuh yang
sensual. Satu di antara yang sensual itu tentu payudara, selain body model
gitar Spanyol. Maka selain kesehatan secara umum, keempat unsur mahkota itu
perlu senantiasa mendapat perhatian penuh.
Namun tentu sekali lagi perlu disebut bahwa
keindahan dari dalam, yakni sex appeal umumnya bisa menutupi kekurangan pada
kulit, rambut, dan bagian sensual tubuh lainnya. Sosok wanita di mata lelaki
(normal) juga dilihat sebagai suatu keseluruhan (holistic). Seperti apa getar
sex appeal-nya. Termasuk tidak boleh kurang darah (anemia), dan mulut wajib
dirawat jangan sampai baunya tak beda dengan kakus.
Untuk menjadi sehat empat faktor perlu
diperhatikan. Menu harian, gerak badan, tidur dan jeda selain pintar mengelola
stres. Kalau yang basic itu dikuasai, setidaknya kesehatan secara umum sudah di
tangan.
Cekatan menjaga kesehatan mata, hidung, telinga,
selain keempat mahkota milik setiap wanita jangan sampai diabaikan. Untuk itu
kenapa tidak memilih ikut menjadi Inem di rumah sendiri, misalnya? Inem sering
lebih merah pipinya, dan sexy body-nya karena Inem tak berhenti bergerak. Kalau
bisa melakukan pekerjaan di rumah sendiri, kenapa harus minta bantuan Inem.
Lakukan juga menyiram tanaman, menyapu, bersih-bersih, dan pekerjaan domestic
ringan lainnya. Gerakan sewaktu melakukan pekerjaan di rumah tergolong kegiatan
yang mengerahkan sekujur otot-otot sehingga tidak kaku, dan tekanan darah lebih
deras mengalir. Derasnya aliran darah yang bikin muka lebih merah berbinar,
tanpa perlu ditempeli kulit tomat sekalipun.
Secara khusus, kesehatan juga bisa berarti ada
ancaman penyakit. Ada sekelompok penyakit yang lazim pada wanita. Terlebih pada
wanita merdeka (Baca: wanita karir) yang sekarang makin berisiko menghadapi
“open marriage”. Wanita yang karena aktivitas kesehariannya sering bertemu juga
dengan lelaki dan suami orang lain. Kasus keputihan, tumor, kanker, dan infeksi
saluran kemih, penyakit yang perlu diwaspadai. Bisa jadi akibat seks bebas.
Termasuk kemandulan akibat penyakit menular seksual. Tersumbatnya saluran telur
sering sebagai akibat kuman menular seksual hasil seks bebas.
Sedikit banyak kehadiran penyakit memengaruhi
penampilan juga. Istri tak tampil utuh penuh bila ada yang dirasa, bila ada
sesuatu yang merongrong tubuhnya. Bukan tak mungkin wanita sebagai ratu rumah
tangga sekalipun berisiko terancam penyakit kelamin, termasuk herpes bibir,
herpes kelamin, atau sekadar anyang-anyangan.
Seks. Ya percuma sensual, kalau bodoh dalam hal
seks. Agaknya harus batal sebagai ratu rumah tangga kalau seks istri tidak naik
kelas. Dan lumrahnya setiap istri belajar seks selama perkawinan (learning by
doing sex).
Kalau umpama istri juga bertemu dengan suami yang
seksnya masih sering kagok, tentu akan sama menjadi sengsaranya nasib
perkawinan ke depan. Atau gagal tampil bukan sebagaimana anggunnya seorang ratu
rumah tangga di kamar tidurnya sendiri lagi namanya. Musuh perempuan badan yang
gampang melar. Badan terus melar, satu yang tak terelakkan oleh rata-rata kaum
wanita. Makan sedikit, tetap saja montok. Maka perlu pandai-pandai memilih menu
berkualitas agar tidak memicu badan berubah menjadi tambur. Ingat, kelemahan
sekaligus kejelian suami terhadap istri masih tetap ada di matanya, kendati ia
sudah menjadi kakek. Itu sebab istri perlu tetap menjaga agar tetap indah di
mata suami. Tak soal pakai apa atau dibagaimanakan, asalkan tetap full press
body.
Maka rawatlah terus penglihatan suami agar masih
terpelihara melihat yang serba indah-indah itu pada sosok istri. Untuk itu
mungkin perlu konsultasi berbusana yang cocok, perigel dalam soal seks yang
indah, barangkali siapa tahu diperlukan pula reparasi vagina, atau demi mampu
tampil utuh penuh ala John Robert Power, misalnya.
Itu semua perlu diingat dan dielingkan kembali
semata karena dengan semakin tua suami, semakin bersantan ia. Sedang makin tua
istri, seringnya makin berduri. Maka wahai semua istri yang mengaku masih
melakukan peran jadi ratu rumah tangga, tetaplah berupaya tampil selucu kucing,
dan bukan segalak landak. Kalau nggak percaya tanya saja pada Inul.
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________