Dok, Saya pria 42 tahun. Belakangan merasa kram di kaki sebelah, kadang-kadang kedua sisi. Juga jemari kaki terasa ngilu. Padahal saya pemakan segala. Saya kuatir ini gejala asam urat. Sebelumnya saya memang makan emping melinjo.
Dari keluhan saya itu apa penyakit saya itu?
Bagaimana saya menjauhkan penyakit saya itu?
Y – Jakarta
Sdr. Y di Jakarta
Membaca
keluhan yang Saudara alami, saya menduga lebih mungkin pada gangguan otot.
Keluhan kram malam hari juga bagian dari masalah otot. Umumnya pada otot betis.
Ini kerap terjadi bila tubuh mengalami kekurangan kalsium (hypocalcemia).
Kekurangan kalsium juga dapat memunculkan gejala
pada tangan. Mendadak tangan mengejang, kaku, ujung-ujung jemarinya menyatu.
Gambaran ini khas, sekali melihat kita mengingatnya terus (obstetric’s hand).
Keluhan pada jemari kaki yang Anda alami juga
saya kira bagian dari itu. Untuk memastikan benar tubuh Anda kekurangan
kalsium, dapat diketahui dari pemeriksaan darah di laboratorium. Bila benar
kadar kalsium darah lebih rendah dari normalnya, dengan tambahan ekstra
kalsium, keluhan kram, mestinya akan mereda.
Kemungkinan asam urat tinggi bukan tak ada.
Biasanya terjadi pada orang yang berbakat asam urat tinggi. Pada orang-orang
demikian, kendati menu hariannya tidak banyak jenis asam uratnya (purin)
tinggi, tetap saja asam urat dalam darah lebih dari normal, atau lebih dari
nilai 7,0.
Untuk memastikan bahwa ini gejala asam urat, juga
dapat melakukan pemeriksaan laboratorium darah. Dari sana akan kelihatan kalau
memang asam urat tinggi penyebabnya. Dan bila ternyata normal saja, kita harus
berpikir lain.
Gangguan pada otot juga dapat oleh hal yang
lainnya. Bila ternyata bukan oleh kedua penyebab di atas, perlu diperiksa
dengan melakukan perekaman otot yang kram (electromyography).
Kalau dari pemeriksaan rekam otot hasilnya
ternyata kerja otot juga normal, perlu dipikirkan kemungkinan yang lain lagi.
Varices, misalnya. Orang yang jelas varices juga bisa muncul keluhan kram,
selain nyeri pada tungkai. Untuk itu Anda bisa melihat sendiri apakah pembuluh
darah balik (vena) tersumbat, dan tampak seperti tali membiru di kulit tungkai.
Jangan lupa, bukan saja kekurangan kalsium,
sejumlah vitamin juga diperlukan untuk kerja otot. Pembuluh darah dan otot juga
membutuhkan vitamin E. Kita tahu vitamin E tak cukup hanya mengandalkan dari
menu harian saja. Belum kalau kebutuhan tubuh akan vitamin E meningkat akibat
kuyupnya radikal bebas menyerbu tubuh.
Jangan tinggalkan kecukupan vitamin C juga.
Sekiranya menu harian tak cukup porsi sayur-mayur dan bebuahan, pikirkan juga
kemungkinan ini. Mungkin sudah memerlukan tambahan suplemen multivitamin juga.
KEMBALI kepada kemungkinan asam urat. Jika
ternyata benar asam urat tinggi penyebab keluhan Anda, berarti menu harian
harus seterusnya bebas dari jenis makanan yang mengandung asam urat tinggi
(baca: purin). Selain itu asam urat darah yang sudah telanjur tinggi harus
diturunkan dengan minum obat paling sedikit dua-tiga minggu, sampai kadar asam
uratnya sudah di bawah normal.
Setelah asam urat darah normal, selanjutnya menu
harus selalu bebas makanan ber-purin tinggi. Bahwa benar banyak jenis makanan
yang mengandung purin. Namun ada beberapa yang sangat tinggi, sedang, dan
rendah saja.
Yang mutlak harus dihindari, termasuk udang,
ginjal, otak, kerang, jantung, ikan sardin, ikan hering, kaldu daging, dan
daging angsa. Sedang yang boleh dikonsumsi tapi dalam jumlah terbatas, termasuk
semua jenis ikan lainnya, daging sapi, semua jenis daging unggas, jamur,
asparagus, bayam, kembang kol, kacang-kacangan, dan buncis. Dan yang purin-nya
sedikit saja, termasuk susu, telur, keju, tempe, oncom, sayur-mayur selain
kembang kol, bayam, asparagus, buncis.
Selain itu pengidap asam urat juga dilarang minum
alkohol. Dan apabila benda keton (keracunan atau komplikasi akibat gula darah
kelewat tinggi), diet terlalu ketat, mengonsumsi banyak makanan berlemak, semua
itu berpotensi menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh, sehingga kadar asam
urat dalam darah lebih tinggi.
Jangan lupa, yang berbakat asam urat tinggi, juga
harus cukup banyak minum, dan mengonsumsi menu berkarbohidrat tinggi. Kemungkinan
pembentukan batu urat selalu ada.
Kristal urat selain tersangkut di persendian
sehingga menimbulkan serangan penyakit pirai atau gout, juga berpotensi
membentuk batu saluran kemih. Kebiasaan menahan kencing, kurang minum, sering
mencetuskan serangan kolik oleh adanya batu urat di saluran kemih.
Saya kira itu saja beberapa kemungkinannya. Salam. Tuhan memberkati.Dr. Handrawan Nadesul
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________