Baca: Mazmur
121:1-4
Aku
melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku ?
Mazmur 121:1
Bacaan
kita ini memuat dua hal penting, gunung dan pertolongan. Ketika
berbicara tentang pertolongan, pemazmur teringat akan gunung. Ketika berbicara
tentang gunung, pemazmur teringat akan pertolongan.
Gunung menggambarkan
tentang sesuatu yang indah dipandang, menarik untuk didatangi. Tetapi ketika
kita mulai mendekati-nya, bukan hanya yang indah dan menarik yang ada di sana,
tetapi juga berbagai ancaman dan bahaya, seperti licin, terjal, curam, binatang
berbisa dan buas, dan arah yang tidak jelas bisa menjebak dan menyesatkan kita.
Oleh karena itu ketika pemazmur berharap akan datangnya pertolongan, dan di
hadapannya nyata ada gunung-gunung yang gagah, indah menawan tetapi sekaligus
menyimpan berbagai bahaya dan di hadapannya juga ada Allah yang walaupun tidak
nyata dilihat mata, tetapi yang pada-Nya ada kepastian akan kebaikan-Nya, pemazmur tahu dari mana ia
patut menantikan datangnya pertolongan. Ya, dari Allah dan bukan dari yang
lain.
Seorang ibu mengalami prahara rumah tangga. Kenalannya
mengajaknya datang kepada “orang pintar”. Ia terkejut tatkala hendak memulai
pekerjaannya “orang pintar” itu berkata: “Ibu ini ke luar saja, saya tidak bisa
‘menembus’ karena dia orang Kristen.” Aku sungguh terkejut, kata si ibu
menuturkan kisahnya. Entah apa yang dilihat “orang pintar” itu pada diriku.
Tetapi aku meyakini itu menandakan ada yang melindungi dan membungkus diriku
sebagai orang Kristen. Alangkah bodoh kalau aku justru tidak menyadari itu
dan malah mencari pertolongan dari yang lain. —Handoyo.
Pertolongan
hanya bisa diharap datang dari Dia,
yang walau
tidak tampak tetapi
pasti, bukan dari apa pun yang walaupun
tampak tetapi penuh
ketidakpastian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________