Tentang Sanggar Mitra Sabda

Foto saya
PROFIL Sanggar Mitra Sabda adalah sebuah Lembaga Swadaya Gerejawi, Mitra Gereja/ Lembaga bagi pemulihan relasi dengan Allah; dengan diri sendiri, dengan sesama dan dengan lingkungannya.

Selasa, 19 Juli 2011

Belas Kasih Yesus

Baca: Lukas 7:11-17
Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
Lukas 7:13

Air matanya mengalir deras. Dikuatkan di­rinya, meski dengan hati pedih dan hancur, untuk mengantar jenasah anak tunggalnya ke peristirahatan yang terakhir. Hidupnya kini tinggal sebatang kara. Beberapa tahun silam suaminya meninggal dan kini anak tunggalnya juga tiada. Ketika rombongan yang mengiring jenasah anaknya mendekati gerbang Kota Nain, tangisnya pun semakin keras.
Saat itu Yesus sampai di Nain. Ia berpa­pasan dengan rombongan pelayat. Ketika Ia mendengar tangisan ibu itu tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan (ayat 13). Lalu Yesus membangkitkan anak muda itu dan mengembalikannya kepada ibunya (ayat 14-15).
Apa kira-kira yang membuat Yesus menaruh belas kasih kepada janda tersebut? Jawabnya adalah tangisan. Pengalaman tokoh-tokoh dalam Alkitab menunjukkan hal ini. Melihat Maria menangis saat saudaranya, Lazarus, meninggal Yesus sangat terharu, bahkan ikut menangis. Ia pun membangkitkan Lazarus (Yohanes 11:33-43). Hana juga menangis tersedu-sedu dalam doanya memohon seorang anak. Allah mendengar dan mengabulkan doanya (1 Samuel 1:10). Tangisan mereka menyentuh hati dan mengundang belas kasih Tuhan.
Ketika diterpa badai masalah banyak orang menjadi marah kepada Tuhan dan meninggalkanNya. Mari belajar dari para tokoh di Alkitab, ketika badai melanda, mereka semakin sungguh-sungguh berdoa, sampai menangis, memohon belas kasih Allah. Menangis bukan tanda kelemah-an. Tangisan itu menenangkan, meringankan, melegakan, dan yang terpenting mengundang belas kasih Allah. —Liana Poedjihastuti.

Menangis sesungguhnya merupakan rahmat Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________