Baca: Lukas
7:11-17
Dan
ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu
Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
Lukas 7:13
Air
matanya mengalir deras. Dikuatkan dirinya, meski dengan hati pedih dan hancur,
untuk mengantar jenasah anak tunggalnya ke peristirahatan yang terakhir.
Hidupnya kini tinggal sebatang kara. Beberapa tahun silam suaminya meninggal
dan kini anak tunggalnya juga tiada. Ketika rombongan yang mengiring jenasah
anaknya mendekati gerbang Kota Nain, tangisnya pun semakin keras.
Saat itu Yesus sampai di Nain. Ia berpapasan dengan
rombongan pelayat. Ketika Ia mendengar tangisan ibu itu tergeraklah hati-Nya
oleh belas kasihan (ayat 13). Lalu Yesus membangkitkan anak muda itu dan
mengembalikannya kepada ibunya (ayat 14-15).
Apa kira-kira yang membuat Yesus menaruh belas kasih
kepada janda tersebut? Jawabnya adalah tangisan. Pengalaman tokoh-tokoh dalam
Alkitab menunjukkan hal ini. Melihat Maria menangis saat saudaranya, Lazarus,
meninggal Yesus sangat terharu, bahkan ikut menangis. Ia pun membangkitkan
Lazarus (Yohanes 11:33-43). Hana juga menangis tersedu-sedu dalam doanya
memohon seorang anak. Allah mendengar dan mengabulkan doanya (1 Samuel 1:10).
Tangisan mereka menyentuh hati dan mengundang belas kasih Tuhan.
Ketika diterpa badai masalah banyak orang menjadi marah
kepada Tuhan dan meninggalkanNya. Mari belajar dari para tokoh di Alkitab,
ketika badai melanda, mereka semakin sungguh-sungguh berdoa, sampai menangis,
memohon belas kasih Allah. Menangis
bukan tanda kelemah-an. Tangisan itu menenangkan, meringankan, melegakan, dan
yang terpenting mengundang belas kasih Allah. —Liana Poedjihastuti.
Menangis
sesungguhnya merupakan rahmat Tuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________