Baca:
Yakobus 1:2-8
...sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu
menghasilkan ketekunan.
Yakobus 1:3
Seorang
tukang kayu bekerja di rumah saya. Selepas dua hari bekerja, saya terkejut
dengan “kebiasaan” makan siangnya. Istri saya menyiapkan nasi dan lauk tiga
puluh menit sebelum jam makan siang. Tetapi tukang kayu selalu makan tiga jam
kemudian, menjelang sore hari. Perajin kayu itu memberi tahu bahwa dia memang
sudah lama “membiasakan” diri makan dua kali sehari, pagi dan sore hari saja.
Kenyataan ini membuat getir hati
saya. Di negeri ini ada begitu banyak orang yang sudah bekerja keras tetapi
makan cukup saja sulit. Hari ini, di negeri ini, keseharian kita tak hanya
dikoyak harga yang serba mahal. Gempa pun sering mengguncang. Lumpur terus
menggenang. Gunung meletus dan banjir bandang menenggelamkan. Apa yang bisa
kita banggakan sementara narkoba dan korupsi mengerat negeri ini tiada henti?
Negeri ini seperti selembar kertas
putih yang ternoda oleh banyak ti-tik hitam, mana yang menjadi pusat perhatian
kita? Titik hitam ataukah kertas putih? Kita benar-benar menderita jika
terus-menerus menatap “noda hitam”, carut marut kehidupan di negeri ini. Kita
benar-benar menggadaikan kebahagiaan kita jika gagal memaknai pencobaan ini.
Yakobus mengajarkan, apabila kita jatuh ke dalam berbagai pencobaan, anggaplah
semua itu sebagai suatu kebahagiaan. Pencobaan itu menguji iman dan membuat
kita semakin tekun dalam hikmat Tuhan. Pencobaan itu menumbuhkan iman kita. Walau ada banyak “titik hitam” dalam
hidup kita, pastikanlah itu tak mengikis iman kita. —Agus
Santosa
Ketika
gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, tampak jugalah lalang itu. —Matius 13:26
===============================================================
Diambil
dari Renungan Harian MUSA,
Penerbit: Sanggar Mitra Sabda, Jl. Merdeka Utara I-B/ 10; SALATIGA 50714;
Telp/Fax: 0298-325176, E-mail: mitrasabda@yahoo.co.id
Bilamana
ingin berlangganan Rp 4.000,00 per edisi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________