Baca: Filipi 2:3
...Sebaliknya hendaklah dengan
rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya
sendiri.
Filipi 2:3
Seorang hakim
yang sombong suatu kali berkata kepada seorang petani tua, “Mengapa kamu tidak
menegakkan kepalamu seperti saya? Saya tidak menunduk di hadapan Tuhan ataupun
di hadapan manusia.” Jawab petani tua itu, “Pak Hakim, lihatlah sawah itu.
Hanya biji yang kosong yang tegak. Biji yang berisi menunduk rendah” (ide
ceritera Caper’s Weekly).
Barangkali kita
tersenyum mendengar cerita ini. Barangkali pula sebagai orang lan-jut usia kita
ikut bangga, karena yang berkata sedemikian bijak adalah seorang tua. Namun
cerita itu pasti bukan untuk menggambarkan bahwa setiap orang tua identik
dengan rendah hati.
Kita tahu betapa
sulitnya menjadi rendah hati, apalagi bagi orang tua. Kecenderungan manusia
adalah membanggakan dirinya. Sebagai orang tua tak jarang kita juga memiliki
kecondongan itu. Merasa diri telah banyak “makan asam garam”, banyak
pengetahuan dan pengalaman. Di sisi lain sebagai orang tua harus mulai
melangkah ke belakang. Jika kita tidak waspada, tanpa kita sadari ke dua hal
itu, (aku punya pengalaman, jadi aku tak mau surut ke belakang) bisa menjebak
kita dalam sikap tinggi hati. Dibutuhkan sikap legowo, rela atau ikhlas.
Sesungguhnya
Allah menentang orang yang congkak, tetapi meng-asihani orang yang rendah hati
(Yakobus 4:6). Oleh karena itu mari kita merendahkan hati kita di hadapan Tuhan
karena itu seperti magnet yang akan menarik belas kasih dan uluran tangan
Tuhan. Mari menjadi teladan sikap rendah hati di mana pun kita berada dan
sebagai apa pun kita. —Liana Poedjihastuti.
Doa: Ya Tuhan, berilah kami rahmat rendah
hati. Amin
=================================================

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________