Tentang Sanggar Mitra Sabda

Foto saya
PROFIL Sanggar Mitra Sabda adalah sebuah Lembaga Swadaya Gerejawi, Mitra Gereja/ Lembaga bagi pemulihan relasi dengan Allah; dengan diri sendiri, dengan sesama dan dengan lingkungannya.

Kamis, 16 Februari 2012

Tidak Tenggelam


Baca: Yeremia 31: 1-6
“…. Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu” (Yeremia 31:3).
Kisah cinta mantan Presiden B.J. Habibie dan Ibu Ainun, isterinya yang ditulis oleh Bapak Habibie sendiri, kisah ini kemudian dibuat film karena bukunya saja laku terjual hampir 60.000 kopi dalam delapan bulan. Bapak Habibie berkata : ”Saya menulis buku ini bukan untuk menjadi buku best seller. Tidak. Buku ini saya tulis supaya saya tidak tenggelam ....” Cinta bapak Habibie kepada almarhumah isteriya dapat dibilang luar biasa. Cinta itu terputus secara fisik setelah kematian isterinya.
Namun tidak demikian dengan cinta Allah kepada umat-Nya. Cinta Allah itu bisa dinikmati secara kekal tidak berkesudahan. Tuhan digambarkan seperti seorang kekasih yang ditunggu-tunggu pujaan hatinya. Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepada umat-Nya:
Pertama bahwa Tuhan benar-benar aktif mencari manusia. Mungkin kita sudah terlalu jauh meninggalkan Tuhan. Sudah melupakan cinta mula-mula yang pernah terjalin mesra di saat-saat kita mulai menjadi anak Tuhan. Masih ingatkah ketika kita duduk bersama dengan Tuhan dalam doa dan Firman?
Kedua, Tuhan tidak berbasa-basi tetapi langsung berkata :”Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal.” Bukan untuk saat ini saja tetapi sampai yang tidak terbatas, Aku tetap mengasihi engkau. Kita hangatkan kembali kasih kita yang mulai luntur, karena Tuhan tidak pernah memutus kasih-Nya secara sepihak. Sambutlah kasih-Nya yang tidak berubah !
Ketiga, Tuhan akan melanjutkan dengan kasih setia-Nya. Pastikan bahwa hari depan kita tidak akan pernah suram karena kasih-Nya akan selalu menyertai kita kapan saja dan di mana saja. Inilah cara Allah membangun kembali kasih yang telah hilang dari hidup kita (ayat 4).
–Pdt. Em. Andreas Gunawan Pr.

Kasih manusia bisa timbul-tenggelam seperti benda yang hanyut di sungai. Sebaliknya kasih Allah seperti sungai yang terus mengalir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________