Tentang Sanggar Mitra Sabda

Foto saya
PROFIL Sanggar Mitra Sabda adalah sebuah Lembaga Swadaya Gerejawi, Mitra Gereja/ Lembaga bagi pemulihan relasi dengan Allah; dengan diri sendiri, dengan sesama dan dengan lingkungannya.

Jumat, 17 Februari 2012

Bukan Cinta Semusim


Baca : Efesus 5:22-33
“Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,”
(Efesus 5:29).
Perempuan tua itu terbaring tak berdaya setelah mengalami serangan stroke 3 tahun yang lalu. Tak ada suasana muram di kamar yang bersih itu. Cahaya matahari pagi masuk di ruang kamar melalui jendela yang sengaja dibuka lebar. Di atas meja ada beberapa tangkai bunga aster yang baru dipetik dari halaman, dan alunan musik lembut terdengar dari tape recorder. Persis di bawah jendela, ada 2 kursi dan meja kecil, di situ ada sepasang cangkir dan teko kecil berisi teh panas. Saat makan pagi tiba, pak tua mengambil beberapa sendok bubur cair yang baru dimasaknya, lalu mulai menyuapi istrinya, perlahan. Setelah itu ia membaca koran atau buku. Beberapa waktu kemudian ia menyiapkan air hangat dan handuk untuk membersihkan tubuh istrinya, sebelum datang pembantu yang melakukan pekerjaan rutin lainnya.
Kegiatan ini telah dilakoni pak tua selama 3 tahun. Setiap pagi. Sebuah ritual cinta yang sederhana namun mengharukan. Bagi pak tua, tak perlu ada ucapan terima kasih atau senyum manis dari sang kekasih. Sebab cinta adalah pemberian diri. Paulus menggambarkan cinta suami kepada istri seperti cinta Kristus kepada jemaatNya. Seperti Kristus merawat dan mengorbankan diriNya bagi jemaat sebagai kekasih hatiNya, Cinta kasih suami-istri bukanlah cinta semusim yang hanya hangat di waktu ada mentari dan meredup di waktu mendung tiba, lalu hanyut oleh derasnya hujan. Cinta yang dibangun di atas dasar kasih Kristus akan tetap terjaga sekalipun keadaan berubah. Tak lagi cantik dan segar, bahkan ketika hidup hanya menyisakan derita dan kerentanan. Cinta sejati selalu menemukan alasan untuk menjadi bagian dari yang terkasih. Menangis bersama, terbahak bersama. Selalu ada di sisi yang dicintai. –Pdt. Meyske S. Tungka

Jemputlah cinta Kristus dan dekaplah dalam pelukanmu, lalu bagikan untuk seseorang yang Kristus jadikan untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________