Baca: Filemonm 1
”Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan
besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku.”(Filemon
1:6)
Rasul
Paulus dan Onesimus berjumpa dalam penjara. Rasul Paulus dipenjara karena
keberaniannya memberitakan Injil. Tetapi Onesimus tampaknya dipenjara karena
kenekatannya melakukan suatu tindakan kriminal, di rumah tuannya yang bernama
Filemon. Di penjara itulah Onesimus mengenal Kristus melalui pengajaran rasul
Paulus. Di antara mereka kemudian terjalin suatu hubungan yang lebih dalam
yaitu sebagai seorang anak dengan bapanya sendiri.
Rasul Paulus memperlakukan Onesimus dengan kasih
Kristus justru saat dia menderita dan mengalami kepahitan. Rasul Paulus
dipenjara karena Kristus, tetapi dia memenuhi penjara dengan kasih Kristus,
bukan dengan kemarahan dan perasaan kecewa. Dia juga tidak iri-hati saat
Onesimus dibebaskan terlebih dahulu. Justru rasul Paulus memikirkan dengan
seksama masa depan Onesimus. Lebih dari pada itu rasul Paulus ingin memulihkan
citra-diri Onesimus di hadapan Filemon tuannya.
Dengan demikian semakin jelas bahwa perlakuan kasih
berhubungan erat dengan proses pembaruan hidup yang semakin nyata. Kita sering
mengharap pasangan hidup atau anggota keluarga dan sahabat untuk memiliki kasih
yang mampu membarui. Tetapi apakah harapan kita tersebut juga diikuti oleh
pembaruan hidup di mana kepahitan atau kegetiran yang kita alami selalu diubah
menjadi benih-benih kebijaksanaan? Kepahitan hidup yang kita
alami, dapat kita ubah menjadi sesuatu yang manis di mana orang-orang di
sekitar kita merasakan keteduhan kasih. –Pdt. Ifer Fr. Sirima
Doa: Ya Bapa, jangan biarkan
kegetiran yang pernah kami alami menggerogoti dan membunuh kasih kami. Karena
itu mampukanlah kami untuk semakin bijaksana. Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________