Baca:
Ibrani 12:16-17
...ketika ia hendak menerima berkat itu,
ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk
memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan
air mata.
Ibrani 12:17
Ada sebuah tulisan yang saya baca: Waktu terbang
begitu cepat, tiba-tiba saja perjalanan kita berakhir. Banyak hal dalam
kehidupan me-rupakan hal sepele, maka pusatkanlah pikiran kita pada hal-hal
utama. Hiduplah seolah kita hampir sampai pada tujuan perjalanan kita. Esau
lebih menuruti perutnya daripada hak kesulungan yang menjadi miliknya.
Ke-sempatan itu hilang karena dia lebih fokus kepada yang sepele. Berkat
berhubungan dengan kesempatan. Akankah kita ambil atau dibiarkan lewat?
Berkat Tuhan tidak bisa didapat
bila kita masih bernafsu rendah. Status kita adalah anak-anak Allah yang seharusnya
menerima bagian yang istimewa. Namun betapa sulitnya kita mau berada di posisi
yang sudah ditentukan Allah. Akibatnya adalah kita kehilangan hak kita. Berkat
Tuhan lewat begitu saja karena kita masih saja seperti orang-orang dunia.
Jadilah yang terdepan bukan
hanya mengekor dan menjadi ekor. Kerinduan untuk menjadi terdepan seharusnya merupakan
bagian dari cita-cita kehidupan rohani kita. Jangan mengekor Esau yang
menukarkan hak kesulungan dengan sepiring makanan. Orang percaya yang cuma puas
menjadi ekor tidak akan pernah mendapat bagian yang paling indah dari Tuhan.
Jadilah terdepan!
Kesempatan tidak akan pernah
datang kembali untuk kedua kali. Esau menangis sejadi-jadinya, tetapi berkat kesulungan
tetap jatuh ke tangan Yakub. Penyesalan tidak bisa ditebus dengan tumpahan air
mata. Demikian juga berkat yang lewat tidak akan pernah kembali lagi dengan
cara yang sama walaupun air mata terkuras. —Pdt. Em. Andreas
Gunawan Pr.
Membuang kesempatan
sama dengan
kehilangan hidup
yang berarti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________