Bacaan Alkitab: Yesaya 43:1-7
Oleh karena engkau
berharga di mata-Ku dan mulia, dan aku ini mengasihi engkau.
Yesaya 43:4
Seorang
remaja patah hati ditinggal ke-kasihnya lalu gantung diri. Demikian pula anak
kelas 5 SD, gantung diri gara-gara tidak dibelikan sepeda. Sepertinya hidup
yang diberikan Tuhan sudah tiada berarti lagi. Renungan kali ini mengajak kita
melihat kembali arti hidup yang sesungguhnya.
Mari
kita perhatikan kisah hidup ikan salmon. Ikan yang dagingnya secuil tapi
harganya puluhan ribu itu ternyata adalah jenis ikan laut yang unik. Saat musim
bertelur tiba, mereka akan berbondong-bondong
ke tempat asal mereka, yaitu di
sungai pada dataran tinggi. Mereka menempuh jarak ribuan kilometer, ombak
besar, arus sungai yang deras, dan bebatuan yang tajam, yang dapat melukai
tubuhnya. Ketika sampai di hulu, dalam keadaan lelah dan terluka, mereka
bertelur. Dalam kepayahannya induk salmon lalu mencari tempat untuk meletakkan
telur-telurnya hingga akhirnya mati. Dan, saat telur-telur itu menetas, tahukah
Anda, dari mana mereka memperoleh makanan? Dari bangkai induk ikan yang telah
mati! Penelitian membuktikan bahwa bangkai itu justru mengandung karbon,
protein sebagai sumber makanan terbaik bagi anak-anak salmon sampai mereka bisa
mandiri.
Bagaimana
dengan kita? Seperti tulisan agung dalam Kitab Yesaya, kita
kembali diingatkan betapa setiap kita, adalah milik kepunyaan Allah yang
ditenun dibentuk agar berharga dan melengkapi bagi hidup sesama. Adakah
hidup kita sudah berharga? Semoga melalui perjuangan hidup kita, pengorbanan
kita bagi orang lain, bahkan lewat kepergian kita pun akan membawa arti bagi
banyak orang, lebih lagi bagi Tuhan. —Pdt. Guntur Wibisono.
Ingatlah bahwa kehidupan bukanlah apa yang terjadi pada kita,
tetapi apa yang kita lakukan utuk menyikapi apa yang
akan terjadi tersebut. —Anonim

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________