Tentang Sanggar Mitra Sabda

Foto saya
PROFIL Sanggar Mitra Sabda adalah sebuah Lembaga Swadaya Gerejawi, Mitra Gereja/ Lembaga bagi pemulihan relasi dengan Allah; dengan diri sendiri, dengan sesama dan dengan lingkungannya.

Selasa, 08 Maret 2011

Berharga Di Mata Tuhan

Bacaan Alkitab: Yesaya 43:1-7
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan aku ini mengasihi engkau.
Yesaya 43:4

Seorang remaja patah hati ditinggal ke-kasihnya lalu gantung diri. Demikian pula anak kelas 5 SD, gantung diri gara-gara tidak dibelikan sepeda. Sepertinya hidup yang diberikan Tuhan sudah tiada berarti lagi. Renungan kali ini mengajak kita melihat kembali arti hidup yang sesungguhnya.
Mari kita perhatikan kisah hidup ikan salmon. Ikan yang dagingnya secuil tapi harganya puluhan ribu itu ternyata adalah jenis ikan laut yang unik. Saat musim berte­lur tiba, mereka akan berbondong-bondong
ke tempat asal mereka, yaitu di sungai pada dataran tinggi. Mereka me­nempuh jarak ribuan kilometer, ombak besar, arus sungai yang deras, dan bebatuan yang tajam, yang dapat melukai tubuhnya. Ketika sam­pai di hulu, dalam keadaan lelah dan terluka, mereka bertelur. Dalam kepayahannya induk salmon lalu mencari tempat untuk meletakkan telur-telurnya hingga akhirnya mati. Dan, saat telur-telur itu menetas, tahukah Anda, dari mana mereka memperoleh makanan? Dari bangkai induk ikan yang telah mati! Penelitian membuktikan bahwa bangkai itu justru mengandung karbon, protein sebagai sumber makanan terbaik bagi anak-anak salmon sampai mereka bisa mandiri.
Bagaimana dengan kita? Seperti tulisan agung dalam Kitab Yesaya, kita kembali diingatkan betapa setiap kita, adalah milik kepunyaan Allah yang ditenun dibentuk agar berharga dan melengkapi bagi hidup sesama. Adakah hidup kita sudah berharga? Semoga melalui perjuangan hidup kita, pengorbanan kita bagi orang lain, bahkan lewat kepergian kita pun akan membawa arti bagi banyak orang, lebih lagi bagi Tuhan. —Pdt. Guntur Wibisono.

Ingatlah bahwa kehidupan bukanlah apa yang terjadi pada kita,
tetapi apa yang kita lakukan utuk menyikapi apa yang
akan terjadi tersebut. —Anonim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________