Tentang Sanggar Mitra Sabda

Foto saya
PROFIL Sanggar Mitra Sabda adalah sebuah Lembaga Swadaya Gerejawi, Mitra Gereja/ Lembaga bagi pemulihan relasi dengan Allah; dengan diri sendiri, dengan sesama dan dengan lingkungannya.

Kamis, 23 Februari 2012

Pancarkan Terangmu


Baca: Matius 5:14-16
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga men­erangi semua orang di dalam rumah itu (Matius 5:15).
Tuhan Yesus menyebut para pengikut- Nya sebagai “terang dunia”. Dalam hal ini Tuhan hendak menegaskan, bahwa oleh kuasa-Nya, mereka yang percaya kepada- Nya itu telah dijadikan-Nya “terang dunia”. Oleh sebab itu para pengikut-Nya harus selalu hidup dan berperilaku sesuai dengan fungsinya sebagai “terang”, yaitu menjadi ca­haya dan penerang dalam kegelapan malam. Kiasan sebagai “terang” yang digunakan Tuhan bagi para pengikut-Nya itu dimak­sudkan untuk menyadarkan mereka akan tugas kesaksian-Nya. Adapun isi dari kesaksian yang harus “disinarkan” itu ialah karya penyelamatan Kristus melalui pengajaran dan firman-Nya.
Namun dalam kenyataannya, sering kita sebagai pengikut-pengikut Kristus telah tidak menjalankan fungsi kita sebagai terang yang membawa terang Kristus bagi dunia di sekitar kita. Kita lebih suka menempatkan pelita kita bukannya “di atas kaki dian”, melainkan “di bawah gantang”. Berbagai alasan dan dalih kita ciptakan untuk membenarkan sikap dan perbuatan kita yang seperti itu, demi terpenuhinya keinginan diri sendiri ataupun untuk menghindar dari hal-hal yang kita anggap akan merugikan kepentingan kita. Misalnya, kita “rela” mengkhianati Kristus karena takut kehilangan posisi dalam pekerjaan dan karir. Atau mungkin juga kita menjadi tak peduli lagi akan perintah-perintah-Nya, demi tidak kehilangan keuntungan materi yang sudah di depan mata. Kemungkinan lain, kita menaruh terang kita di bawah gantang, karena takut konsekuensi buruk yang akan kita peroleh dari orang-orang yang tidak menyukai terang itu. Kemungkinan terakhir, kita sudah tidak lagi memahami dan meyakini makna terang kita itu, karena dilanda formalisme dan basa-basi dalam hidup keagamaan kita. –Pdt. Em. Sutarno

Doa: Ya Tuhan, ajar dan mampukan kami menjalankan fungsi kami sebagai pembawa dan penebar terang-Mu dengan berani dan benar, agar dunia men­jadi memuliakan Engkau. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________