Kejadian 41:14-16
Yusuf
menyahut Firaun: ”Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga akan memberitakan
kesejahte-raan kepada tuanku Firaun.” (Kejadian 41:16).
Kalimat damai sejahtera sering dipakai dalam pernyataan seperti
berikut ini. “Setelah masalah itu selesai, saya benar-benar merasakan damai sejahtera
di hati saya.“ atau “Saya merasa tidak ada damai sejahtera di tempat saya
bekerja.”
Ketika Yusuf diminta Firaun untuk menafsirkan
mimpinya, Yusuf berkata bahwa bukan dirinya yang akan membawa berita damai
kepada Riraun, melainkan Allah.
Hanya Allah yang
dapat memberi kedamaian. Hati Firaun gundah selama belum ada orang yang bisa dengan tepat
menafsirkan mimpinya. Yusuf mendapat kesempatan untuk menafsirkan mimpi Firaun,
tetapi ia tetap berkata bahwa hanya Allah yang bisa memberi damai kepada Firaun
terkait mimpinya. Bagi Firaun, damai menjadi impian, bagi Yusuf damai adalah
anugerah Allah semata. Adakah hati kita mengalami damai sejahtera dari Allah
sehingga bisa menjadi pembawa damai bagi orang lain? Kalau belum, cobalah cari
yang menjadi kendalanya.
Bagi orang percaya,
damai dari Allah adalah kenyataan. Yesus berkata: ”Damai sejahtera-Ku, Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan
tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar
hatimu.“ (Yohanes 14:27).
Damai dari Allah bukan perasaan, tapi
kenyataan yang melingkupi hati kita. Apapun yang terjadi, Allah akan mengawal
dengan damai seperti kata Yusuf kepada Firaun. Seburuk apapun mimpi Firaun,
Allah akan memberitahukan dalam damai sejahtera-Nya. Damai sejahtera- Nya
yang kita terima mempersiapkan kita untuk menjadi pembawa damai. – Pdt. Em. Andreas Gunawan Pr
Damai dalam badai
menjadi awal bagi pembawa damai yang sejati karena Allah yang hadir dalam
masalah membuat kita kaya dengan kesaksian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________