Baca: Pengkotbah 9:10
Segala
sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga,
karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia
orang mati, ke mana engkau akan pergi (Pengkotbah 9:10).
Semasa kecil, saya sering
membayangkan hari esok adalah hari yang cerah. Akan ada matahari yang
membangunkan fajar, dan membawa harapan bagi manusia menyambut hari baru. Itu yang
membuat saya berpandangan “masih ada hari esok.” Selesai ujian di sekolah
adalah saat bersenang senang karena masih ada hari esok. Selesai melakukan
tugas yang dituntut pekerjaan, saatnya bersantai ria karena masih ada hari
esok. Selain memperkecil stres karena tidak mau diperbudak oleh tuntutan
pekerjaan dan belajar sekarang, “masih ada hari esok” akan sedikit meredakan
ketegangan syaraf yang memacu adrenalin. Walaupun secara jujur masa depan juga
bikin deg-degan, karena penuh dengan ketidakpastian, tapi sering orang menunda
pekerjaan, karena masih ada hari esok yang akan datang.
Setelah menjalani pengalaman selama lima
puluh tahun, dan kenyang dengan asam garam dunia, saya menyadari, hari esok dan
menunda pekerjaan yang semestinya dilakukan bukan sikap bijaksana. Apalagi
berdalih membenarkan diri: “masih ada hari esok.” Jadikan hari ini menjadi hari
yang bermakna karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari esok,
tentang diri saya, apakah saya masih bernafas atau sudah terbujur kaku, karena
nyawa manusia berada di tangan Tuhan. Jangan berlagak sekarang masih sehat,
kuat dan prima. Siap sedialah untuk hari ini, kerjakan yang dimandatkan kepada
kita untuk kita selesaikan. Benar kata pengkobah, apa yang dijumpai
tanganmu untuk dikerjakan kerjakan sekuat tenaga, jangan menunda- nunda.
– Pdt. Agus Wiyanto
Jangan tunda apa yang Anda bisa
kerjakan hari ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________