Baca:
Mazmur 118:1-29
Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku
hendak meninggikan Engkau. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya
untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Mazmur 118:28-29
Mazmur
pujian 118 merupakan nyanyian kemenangan yang sarat dengan keriangan rohani
berkualitas tinggi. Saat itu raja berada dalam keadaan bahaya, lalu dilepaskan
oleh Allah untuk kemudian dipulihkan kedu-dukannya sebagai raja. Dalam nyanyian
ini, pemazmur mengisahkan tentang penyelamatan yang dialaminya (ayat 5-21). Ia
me-ngakui bahwa Tuhanlah yang membawa dia pada kelegaan. Pengakuan ini tidak
hanya makin mengentalkan keyakinannya bahwa Tuhan ada di pihaknya, tetapi juga
makin memperteguh iman dan pengharapannya.
Ada beberapa hal yang ingin pemazmur nyatakan: Pertama,
Tuhanlah pelaku utama dalam setiap pertempuran umat. Kedua, pengalaman ditolong
dan mengalami kasih Allah mendorong dia untuk menyaksikan keajaiban perbuatan
Allah itu kepada orang lain. Ketiga, hidup yang masih dimilikinya semata-mata
adalah anugerah Tuhan (ayat 18).
Setiap orang pasti pernah merasakan kerasnya hidup.
Segala sesuatu harus diperjuangkan dan diusahakan. Orang Kristen tidak terluput
dari itu. Untuk dapat bertahan hidup di dunia yang keras ini, tidak ada jalan
lain selain selalu menyertakan Allah dalam setiap langkah dan bidang kehidupan
kita. Segala sesuatu yang kita rasakan berat dan melelahkan harus kita yakini
sebagai didikan Tuhan. Dengan demikian kita akan tahu bahwa kesudahan dari
segala kesusahan ini bukanlah bencana bagi kita. Oleh karena itu, mari kita
belajar bersyukur, dan menikmati setiap suka dan duka sebagai
alat Tuhan untuk kebaikan kita. —Prihanto
Ngesti Basuki
Suka dan duka yang kita alami dalam hidup merupakan
alat
Tuhan untuk mendidik kita menjadi tangguh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________