Baca: Matius 5:10
Berbahagialah
orang yang teraniaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya
Kerajaan Surga.
Matius 5:10
Kisah
nyata ini terjadi di sebuah kota kecil di Jawa. Ada seorang hakim Kristen, yang
jujur dan tidak mau menerima suap, dan i-ngin menegakkan keadilan dalam
menangani perkara di pengadilan. Rekan-rekan sekantor tentu tidak senang dengan
keberadaannya. Akhirnya oleh atasannya dia dimutasikan ke Papua.
Di
Indonesia saat ini, pengikut Kristus yang benar-benar ingin menegakkan
nilai-nilai kristiani (keadilan, kebenaran, kejujuran) dalam pekerjaannya
sehari-hari malah mengalami perlakuan
yang tidak baik, karena lingkungan kerjanya korup, menerima suap. Mereka
menjadi terasing di tengah lingkungannya.
Meskipun
Presiden Susilo Bambang Yudoyono berjanji akan memberantas korupsi pada waktu
kampanye, hingga saat ini aparat penegak hukum masih dipermainkan oleh para
koruptor dan mafianya. Perjuangan untuk menegakkan kebenaran, keadilan dan
kejujuran masih panjang. Pasti nanti ada pahlawan-pahlawan keadilan, kebenaran
dan kejujuran yang menjadi martir. Mungkin perang terhadap koruptor ini
baru selesai sepuluh tahun kemudian, bahkan lebih.
Tuhan
Yesus mengajarkan kepada para pengikut-Nya supaya menyadari jika mau konsisten
hidup menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah yakni kasih, kebenaran, keadilan
dan kejujuran, mereka akan mengalami aniaya dari lingkungan yang membencinya. Tetaplah
taat. Berbahagialah kita jika melakukan yang demikian, karena kita yang empunya
Kerajaan Surga. —A.
Budipranoto
Doa: Berilah kami kesetiaan untuk tetap
bersikap jujur, benar
dan
adil, meskipun masyarakat di sekitar kami memusuhi, karena
kami
melakukan itu untuk memuliakan nama-Mu. Amin.
==================================================================
Bilamana ingin berlangganan Rp 4.000,00 per edisi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________