Baca: 2 Korintus 4:1-7
Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
2 Korintus 4:1
Apakah yang biasanya mendasari tindakan kasih (baca: pelayanan) kita kepada sesama? Besar atau kecil, kuat atau lemah, pasti kita selalu mempunyai alasan yang memotivasi kita untuk melakukan tindakan kasih itu. Dan bila kita memperhatikan biasanya mun-cul alasan-alasan pokok berikut.
Pertama, kita ingin membalas sesuatu yang diperbuat oleh orang lain sebagai bentuk reaksi kita atas kebaikannya. Kita akan melakukan tindakan kasih kalau orang lain sudah lebih dahulu berbuat. Kedua, kita ingin memperoleh atau menerima sesuatu dari tindakan kasih kita. Di sini berlaku hukum “kita memberi maka kita akan menerima”.
Kedua alasan dan motivasi yang disebut di atas tentu sah-sah saja dan sejauh yang kita amati, banyak sekali yang memberlakukan prinsip tersebut di sekitar kita. Karena itu kita banyak menyaksikan—atau bahkan kita sendiri mengalaminya—banyak orang kehilangan daya dorong yang kuat untuk dapat melakukan tindakan kasih dalam pelayanan. Sebab apa yang mereka terima dan harapkan tidak terjadi sebagaimana yang diharapkan.
Rasul Paulus memperluas alasan dan motivasi ketika kita akan melakukan tindakan kasih. Paulus mulai usaha mengenal siapa dirinya di hadapan Allah, bahwa dia bukanlah apa-apa dan siapa-siapa; namun dia dijadikan oleh Tuhan menjadi seseorang yang berarti di mata Tuhan dan manusia, ini terjadi semata-mata kasih karunia-Nya. Hanya oleh kasih-karunia-Nya kita dapat melakukan tindakan kasih yang murni bukan kekuatan dan kemampuan diri kita. —Pdt. Ifer Fr. Sirima.
Doa: Ya Bapa, bantulah kami untuk mengenal keberadaan
diri kami di hadapan-mu, agar dengan itu kami mampu selalu
melakukan tindakan kasih, karena kami sendiri hidup
dari anugerah dan kasih-Mu. Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________