Kasih Seorang Ibu
Baca: Markus 10:45
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk
dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi
tebusan bagi banyak orang.
Markus 10:45
Alkisah seorang gadis bernama Cindy,
anak seorang janda miskin. Ia terjerumus dalam pergaulan bebas, minuman keras,
dan narkoba. Hidupnya berantakan. Ibunya sangat sedih melihat cara hidup
anaknya itu. Para tetangga berbisik-bisik membicarakan Cindy. Si ibu berusaha
melakukan apa saja untuk menyadarkan anaknya. Pernah ia mengundang pendeta
untuk menasihati anaknya itu, tetapi hasilnya nol besar, malah ia merasa malu
karena dengan kasar Cindy mengusir pendeta itu. Sampai suatu saat Cindy jatuh
sakit, harus berbaring di tempat tidur berbulan-bulan. Dengan setia si ibu
merawat. Tentu saja hal ini sangat menyita waktu dan tenaga si ibu, sebab ia
juga harus mencari nafkah dengan berjualan kue. Tidak hanya itu, untuk menambah
penghasilan ia lalu menjadi buruh cuci dan setrika. Tetangga merasa kasihan
melihatnya, pekerjaan itu berat untuk orang seusianya. Tetapi tak sepatah kata
keluhan keluar dari mulutnya. Ibu Cindy tak kenal putus asa, ia terus mendoakan
agar Cindy kembali ke jalan yang benar. Melihat apa yang dilakukan ibunya, hati
Cindy tersentuh. Kasih ibunya yang meneladani kasih Yesus membuat ia bertobat,
menerima Yesus yang telah memberikan nyawa-Nya untuk orang berdosa seperti
dirinya.
Bagaimana dengan kita?
Sebagai orangtua, apakah kita telah menunjukkan kasih sayang yang rela
berkorban kepada anak-anak kita? Sebagai anak, sudahkah kita mengasihi orangtua
kita dengan kasih yang tulus? Dan apakah kita telah mengasihi
sesama kita sama seperti Yesus telah mengasihi kita? —Teguh
Pribadi.
Doa: Ya Tuhan, ajarkan kami untuk
mengasihi seperti
Engkau telah mengasihi kami. Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________