Baca: Yohanes 13:34-35
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu
adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.
Yohanes 13:35
Teknologi informasi semakin canggih,
sehingga dunia seolah-olah tanpa batas. Sejak 1998, berita kekerasan sering
terjadi di Indonesia, salah satunya karena ulah para teroris. Sebelum 1998
mungkin kekerasan juga telah ada, tetapi informasi sulit didapat sehingga
seolah-olah semua hidup damai.
Akhir-akhir ini pemerintah proaktif
memerangi terorisme, ada banyak teroris yang tertangkap bahkan terbunuh.
Tindakan ini memancing pembalasan dari teroris, antara lain peristiwa Polsek
Hamparan Perak, Su-
matera Utara yang mengakibatkan tiga polisi terbunuh.
Dalih teroris melakukan perbuatannya adalah perintah agama memerangi kaum kafir
dan antek-anteknya (dahulu sasarannya tempat yang banyak dikunjungi orang
Amerika atau Australia, sekarang bergeser ke polisi yang dianggap musuh karena
memerangi mereka).
Terjadilah kekerasan
dilawan dengan kekerasan. Ketika seorang reporter mewawancarai seorang istri
polisi yang terbunuh, dan bertanya apa harapannya, inilah jawabnya: “Kalau
teroris itu tertangkap, jangan dibunuh.” Mengapa? tanya sang reporter. Si istri
menjelaskan bahwa dalam kebaktian keluarga di malam hari sebelum peristiwa
terjadi, suaminya berdoa: “Tuhan lindungi aku dalam perjalanan dan di kantor.
Jadikan segala yang aku perbuat menjadi berguna dan mendatangkan damai,
sehingga nama-Mu dimuliakan.” Si istri menambahkan, “Orang Kristen tidak boleh
membalas kejahatan dengan kejahatan.“
Kalimat itu mengingatkan
kita akan ucapan Yesus di kayu salib “Bapa ampuni mereka, karena
mereka tidak tahu apa yang diperbuatnya.” Dan, dapatkah kita juga
mengampuni demi memuliakan nama-Nya? —Pramudya.
Mengampuni adalah perwujudan cinta,
dan damai adalah tujuan cinta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________