Baca: Mazmur 90:1-17
Ajarilah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Mazmur 90:12
Mazmur yang isinya merupakan doa dari Musa ini mengajarkan sesuatu yang indah kepada kita, yang saat ini baru saja memasuki tahun yang baru. Di belakang kita membentang jalan yang sudah kita lalui. Berbagai kenangan bertaburan di sana. Sementara di hadapan kita membentang pula jalan yang seberapa panjang bakal kita lalui kita tak tahu. Tetapi yang pasti, berbagai tantangan menghadang di sana. Lalu apa yang mesti kita lakukan
dalam kondisi dan posisi seperti ini?
Mazmur ini diawali dengan pengakuan, betapa Tuhan itu kekal. Maka Dialah tempat perteduhan sejati (ayat 1-2). Kemudian disusul dengan pengakuan, betapa manusia itu fana, rapuh dan rentan kondisinya, betapa singkat dan sementara hidupnya (ayat 3-6).
Dengan menyadari ini, sepatutnya manusia mengakui ketidakberdaya-annya di hadapan Sang Maha Kekal (ayat 7-12). Tengoklah pengalaman hidup di hari-hari yang sudah lewat. Muaranya ada di satu kesimpulan, betapa sungguh kita penuh kelemahan dan ketidakberdayaan.
Kalau sekarang kita mengayunkan langkah menapaki hari-hari kehidupan yang membentang di hadapan, dengan berbagai ketidakpastiannya, baiklah kita menjalaninya dengan bersandar pada kasih setia dan kemurahan Tuhan semata (ayat 13-17).
Wujudnya adalah menjalani hidup dengan menghitung hari. Bukan mencari hari, mana hari baik untuk melakukan ini dan itu. Karena dengan berbuat seperti ini justru menunjukkan keraguan kita akan kehadiran dan penyertaan Tuhan pada semua hari. Menghitung hari artinya menggunakan semua hari dengan sebaik-baiknya, karena semua hari itu berharga. Ini menjadikan kita orang bijaksana. —Handoyo.
Mencari hari berarti meragukan penyertaan Tuhan, tetapi menghitung
hari berarti mempercayakan diri pada penyertaan Tuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________