Baca: 2 Korintus 4:1-15
Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa.
2 Korintus 4:8
Kegagalan sering menjadi alasan bagi seseorang untuk meyakinkan diri bahwa ia memang tidak punya kemampuan di suatu bidang. Kegagalan juga—oleh banyak orang —dianggap sebagai “noda” dan “cacat” dalam perjalanan hidupnya. Pandangan dan pikiran seperti ini jelas mematikan harapan untuk bangkit.
Bagi orang tertentu, kegagalan adalah pencerahan untuk memandang dan menemukan jalan yang lebih baik menuju keberhasilan. Sebut saja Albert Einstein, fisikawan legendaris. Tahun 1905 Universitas Bern telah menolak disertasi doktoralnya karena menganggap hasil karya Einstein menyimpang dan isinya hanyalah khayalan. Winston Churchil, pemimpin dan pahlawan Perang Dunia II Inggris, ternyata pernah tidak lulus ujian masuk Universitas Oxford. Bayangkanlah, jika mereka menghentikan langkah ketika menemukan kegagalan dalam perjuangan hidupnya. Mereka tidak pernah akan menjadi “seseorang” yang dikenal dan dikenang karya dan jasanya bagi dunia.
Paulus menyadari, bahwa penindasan, tekanan dan kegagalan dapat saja membuat mereka tidak lagi melihat jalan keluar dan mulai putus asa. Namun ia sadar sepenuhnya bahwa dari kegelapan selalu akan muncul terang (ayat 6). Inilah cara pandang orang percaya menyikapi kegelapan. Bertahanlah dan percaya, Allah akan menunjukkan cahaya terang, suatu jalan yang lebih baik menuju masa depan. Kalau kita gagal hari ini, kita masih punya hari-hari lain untuk memperbaiki dan memperjuangkan hal yang lebih bermakna. —Pdt. Meyske S. Tungka
Kegagalan hanya penghalang sesaat yang memperlambat
jalan kita menuju keberhasilan yang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________