Baca :
Maleakhi 1:6-14
“Aku
tidak suka kepada kamu, firman Tuhan semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima
persembahan dari tanganmu.” (Maleakhi 1:10b).
Sebuah
pemberian selalu berkaitan dengan si penerima. Secara etika, seseorang akan
memberikan sesuatu yang terbaik jika si penerima adalah orang yang ia hormati
dan hargai. Sebaliknya, si penerima akan menyambut dengan senang hati pemberian
yang didasari oleh kesungguhan dan ketulusan.
Bukan tanpa alasan jika Allah sedemikian marah kepada
Israel, sampai Allah menolak persembahan mereka. Apa yang dipersembahkan oleh
Israel di mezbah Tuhan telah menghinakan kemuliaan Allah. Persembahan itu
berupa: binatang rampasan, binatang timpang, cacat dan sakit. Israel telah
menyepelekan Allah. Bahkan persembahan Israel diperbandingkan dengan
persembahan orang-orang bukan Yahudi yang mempersembahkan persembahannya dengan
sungguh-sungguh (Maleaki 1:11 ). Apa yang tampil dalam bentuk persembahan itu
sebenarnya telah mewakili sikap batin mereka terhadap Allah.
Sebenarnya memang telah terjadi krisis iman sejak
kepulangan mereka dari pembuangan di Babel. Mereka kecewa setelah tahun-tahun
berlalu, kemakmuran yang dijanjikan tak kunjung tiba. Kemarau, panen yang gagal
dan kelaparan (3:11) membuat mereka menyangsikan kasih Allah. Mereka tiba pada
kesimpulan bahwa orang yang jahat dan percaya pada diri sendirilah yang justru beruntung
(3:14-15).
Maleakhi mencela sikap bangsa Israel dan mengingatkan
mereka untuk bertobat. Persembahan
kita kepada Tuhan dalam bentuk apapun, adalah cerminan dari seberapa besar rasa
hormat dan percaya kita kepadaNya. Allah meminta kesungguhan hati yang bergantung pada
kuasaNya, sebab Ia sanggup melimpahkan berkat-berkatNya kepada orang yang
menghormati dan mengutamakanNya dalam keadaan apapun.
–Pdt. Meyske S. Tungka
Persembahkanlah
kepada Tuhan hatimu melebihi hartamu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________