Baca: Roma 12:16-21
Sedapat-dapatnya,
kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
(Roma 12:18)
Bulan libur sekolah dan
libur hari-hari raya selalu ada berita tentang kecelakaan yang merenggut nyawa
manusia. Komentar atas peristiwa itu sebenarnya hanya ada pada dua kata: SABAR dan MENGALAH. Kecelakaan terjadi
sering karena orang tidak mau sabar untuk berjalan pada jalur yang benar atau
tidak mau mengalah dalam memacu kendaraannya. Banyak orang egois
dan minta didahulukan. Mengalah bukan berarti kalah. Mengalah bisa berarti berpikir sederhana
demi kebaikan (ayat 16). Seorang
pengendara motor berkata: ”Biarlah dia mendahului, tidak masalah buat saya.“ Seorang yang sedang bertengkar berkata: ”Sudahlah, untuk
apa diteruskan.“ Ke-ributan keluarga akan
selesai bila salah seorang berkata: ”Maaf, memang aku yang salah.” Kata-kata sederhana itu membuat suasana
menjadi damai. Cobalah praktikkan!
Merasa pandai akan
menutup jalan damai (ayat 16). Menggunakan
logika tidak sama dengan berani melihat realita. Kadangkala karena logika
masalah sederhana menjadi bertambah besar dan sulit dipecahkan. Dengan berani
menghadapi fakta disertai niat baik untuk menjadi pembawa damai, malah terbuka
jalan keluar.
Takut kepada Tuhan
lebih baik daripada takut kalah. Lakukanlah yang baik bagi semua orang dan hiduplah dalam perdamaian
dengan semua orang. Mengalah akan membuka peluang bagi Tuhan untuk ikut campur
tangan daripada kita sendiri yang menyelesaikannya. Lakukanlah apa yang kita
bisa dan serahkan kepada Tuhan bagian yang kita tidak bisa. Percayalah bahwa
janji Tuhan sungguh benar (ayat 19). –Pdt. Em. Andreas Gunawan Pr.
Ketika konflik
terjadi undanglah Tuhan untuk segera berada di hati kita dan mintalah Dia
menjadi pendamai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________