Tentang Sanggar Mitra Sabda

Foto saya
PROFIL Sanggar Mitra Sabda adalah sebuah Lembaga Swadaya Gerejawi, Mitra Gereja/ Lembaga bagi pemulihan relasi dengan Allah; dengan diri sendiri, dengan sesama dan dengan lingkungannya.

Kamis, 17 November 2011

Melihat yang Tak Tampak


Baca: 2 Raja Raja 6:8-18
Maka Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa (2 Raja-raja 6:17).

Orang atheis berpendapat bahwa semua yang tidak nyata jangan dipercaya, ter­masuk adanya Tuhan. Mereka mengatakan bahwa Tuhan adalah rekayasa orang lemah yang tidak bisa mengatasi masalah hidupnya sendiri. Kalau kita jujur, banyak hal di dunia ini yang tidak tertangkap oleh indera kita.
Kita mendapat pelajaran berharga dari firman Tuhan hari ini, tentara Aram menge­pung kota Dotan, tempat tinggal Elisa. Hamba Elisa panik, ketakutan. Tidak ada jalan keluar. Elisa menguatkan hambanya “Jangan takut, sebab yang menyertai kita lebih banyak dari mereka.” Elisa berdoa supaya Tuhan membuka mata hambanya, sehingga ia melihat gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.
Jangan panik, karena kepanikan membuat kita kehilangan akal sehat. Bawa masalah kepada orang yang tepat. Hamba itu segera memberitahu Elisa, dan Elisa menguatkan dia untuk jangan takut, karena yang me­nyertai mereka lebih kuat dari para penyerang. Elisa berdoa agar Tuhan membuka mata hambanya, sehingga dia melihat tentara, kuda dan kereta berapi yang mengelilingi mereka. Elisa juga berdoa agar Tuhan membu­takan mata para pengepung sehingga tidak melihat dia dan hambanya.
Hidup tidak selalu berjalan mulus, namun kita percaya bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yg bisa kita percayai dan janji-Nya bisa kita pegang. Dia menyertai kita dan pasti menolong pada waktu- Nya, Dia tidak pernah terlambat. Iman memampukan kita untuk melihat dengan mata hati kita akan Tuhan dan bala tentara-Nya yang melindungi anak-anak-Nya. –Pdt. Em. Daniel Harjono

Doa: Tuhan, bukalah mata hatiku untuk melihat dan mengalami penyertaan- Mu. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________