Tentang Sanggar Mitra Sabda

Foto saya
PROFIL Sanggar Mitra Sabda adalah sebuah Lembaga Swadaya Gerejawi, Mitra Gereja/ Lembaga bagi pemulihan relasi dengan Allah; dengan diri sendiri, dengan sesama dan dengan lingkungannya.

Rabu, 27 Juli 2011

Di Balik Kesusahan

Baca: Ayub 8:1-22
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepa­damu hari depan yang
penuh harapan.
Yeremia 29:11


Ketika Tuhan menciptakan manusia, Tuhan meminta agar manusia mematuhi-Nya, dan Ia menjanjikan berkat bagi kita yang menaati-Nya. Sebaliknya, hukuman diberikan bagi kita yang tidak menaati ke-hendak-Nya (Mazmur 1). Inilah pemaham-an Bildad dan kebanyakan kita, tentang Tuhan—sebuah pemahaman yang benar, na­mun tidak menyeluruh. Itu sebabnya Bildad mendesak Ayub untuk mengakui dosanya. Alasan Bildad sederhana, yaitu bahwa Tuhan memberkati orang yang benar dan menghukum orang yang fasik—sebuah hukum sebab-akibat yang universal dan mudah dicerna. Namun, ada segi-segi lain yang perlu kita pertim­bangkan.
Kesulitan yang menimpa kita bukan selalu berarti Tuhan menghukum kita dan sebaliknya. Rencana-Nya terlalu luas untuk kita pahami. Allah memiliki kebebasan untuk berbuat dan kadang tindakan-Nya melenceng dari pemahaman kita yang terlalu sederhana ini. Tetapi, jangan mengira bahwa kebebasan Allah identik dengan kejahatan dan kesewenang-wenangan. Ia adalah Allah yang Mahabaik. Segala tindakan-Nya tidak akan termuati oleh maksud jahat.
Saat kesusahan menimpa, janganlah kita langsung memvonis bahwa Tuhan sedang menghukum kita. Periksalah diri kita, apakah ada dosa tersembunyi yang perlu kita bereskan dengan Tuhan. Jika tidak ada, terimalah kesusahan itu sebagai kehendak Tuhan yang tidak kita pahami. Tuhan tidak berjanji bahwa kita akan senantiasa mengerti tujuan akhir dari tindakan-Nya. Tetapi satu yang harus tetap kita pegang adalah bahwa rancangan-Nya merupakan rancangan damai sejahtera. —Prihanto Ngesti Basuki.

Kesusahan tidak senantiasa berarti hukuman Tuhan; adakalanya
kesusahan adalah baju kemurahan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________