Tentang Sanggar Mitra Sabda

Foto saya
PROFIL Sanggar Mitra Sabda adalah sebuah Lembaga Swadaya Gerejawi, Mitra Gereja/ Lembaga bagi pemulihan relasi dengan Allah; dengan diri sendiri, dengan sesama dan dengan lingkungannya.

Senin, 20 Juni 2011

Akar Pahit

Baca: Ibrani 12:14-15
Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauh­kan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Ibrani 12:15
Orang-orang yang percaya, bahwa ber­dasarkan kasih karunia Allah telah dise-lamatkan oleh dan di dalam Tuhan Yesus, terpanggil untuk menyatukan diri di da­lam jemaat, yaitu persekutuan para orang percaya. Di dalam persekutuan tersebut para orang percaya diharapkan mau saling tolong-menolong dan topang-menopang, baik untuk kehidupan iman-kerohanian mereka, maupun dalam menjalani kehidup-an sehari-hari.
Paulus dalam Galatia 6:2 memberikan nasihat agar dalam persekutuan tersebut hendaknya para warganya mau saling “bertolong-tolongan” dalam menanggung beban masing-masing. Sebab, dengan berbuat demikian, itu membuktikan bahwa mereka telah “memenuhi hukum Kristus”, yaitu hukum untuk mengasihi sesama se-perti diri sendiri. Hidup saling tolong-menolong dan kasih-mengasihi itu juga harus menjadi ciri khas bagi persekutuan orang-orang percaya, sekaligus menjadi wujud dari ucapan syukur atas kasih karunia yang diakui dan dipercaya telah diperoleh dari Tuhan.
Meskipun demikian, ciri khas tersebut dalam kenyataannya sering tidak tampak tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bersama melalui persekutuan. Bukannya saling tolong-menolong berdasarkan kasih, melainkan justru saling “gigit-menggigit” dengan penuh keben­cian. Dalam hal ini Surat Ibrani mengemukakan bahwa keadaan yang seperti itu disebabkan oleh “tumbuhnya akar pahit” dalam kehidupan orang percaya. Akar pahit itu tumbuh sebagai akibat dari menjauhnya seseorang dari kasih karunia Allah. Yaitu sikap yang melupakan bahwa ia telah terlebih dahulu memperoleh kasih pengampunan dari Allah, sehingga selanjutnya harus juga mengasihi dan bersedia mengampuni sesama. —Pdt. Em. Sutarno
Waspadalah. Jangan biarkan akar-akar pahit yang merusak dan mencemarkan kehidupan pribadi dan persekutuan, tumbuh dan berkembang dengan suburnya.

===============================================================
Diambil dari Renungan Harian MUSA, Penerbit: Sanggar Mitra Sabda, Jl. Merdeka Utara I-B/ 10; SALATIGA 50714; Telp/Fax: 0298-325176,  E-mail: mitrasabda@yahoo.co.id


Bilamana ingin berlangganan  Rp 4.000,00 per edisi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________