Bacaan Alkitab: Roma 13:12-14
Orang yang tak
dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.
Amsal 25:28
Konon
Douglas Mc Gregor, seorang pakar psikologi manajemen, begitu yakin bahwa orang
hanya bisa disiplin jika dilimpahi hadiah, atau yang lebih mujarab lagi kalau
diganjar hukuman demi hukuman. Inikah yang namanya disiplin? Tidak,
sesungguh-nya disiplin adalah suatu kepiawaian mengendalikan diri.
Disiplin
terkadang memang keras dan menyakitkan, namun itu tidak berarti melu- mat harga
diri. Disiplin justru bisa memer-dekakan jiwa yang terbelenggu, menyemai
harapan akan kebaikan, dan
memancarkan kebenaran ilahi. Disiplin itu bagaikan tembok untuk melindungi diri
dari emosi-emosi negatif, yang dalam Kitab Roma dikatakan sebagai “tabiat yang
bersifat daging”. Disiplin juga bukanlah seratus persen berisi penderitaan
yang sarat kepahitan dan duka nestapa.
Dalam
bukunya The Road Less Traveled, Scott Peck meyakini disiplin sebagai
seni dan teknik menderita secara konstruktif. Bagaimana menderita secara
konstruktif itu? Cara termudah adalah dengan menunda kepuasan kita. Ini
berarti kita harus rela menjadwal ulang kesenangan dan ke-nikmatan hidup kita.
Saat kita diet, menghindari minuman beralkohol, atau belajar hidup hemat,
sesungguhnya kita sedang menunda kepuasan. Cara yang lain, kita harus berani
memikul tanggung jawab. Maling teriak maling, enggan mengambil beban atau
tarak risiko, sama artinya tidak disiplin, lari dari kenyataan. Kita harus
lebih mendekat pada kebenaran, karena kebenaran adalah kenyataan yang membuat
kita semakin tegas berurusan dengan setiap kesulitan dan penderitaan. Sudahkah
kita berani mendisiplin diri tanpa harus mengingkari kenyataan hidup ini? —Agus Santosa.
Disiplin diri adalah suatu kebiasaan hidup yang
membuat
hidup ini menjadi lebih indah.
==================================================================

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________