Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah
mengampuni kamu.
mengampuni kamu.
Efesus 4:32
Dalam suatu hubungan terkadang tidak bisa kita hindarkan adanya konflik. Demiki¬an juga halnya dengan hubungan dalam ke¬luarga. Banyak hal dapat menjadi penyebab keretakan sebuah hubungan, mulai dari yang sepele sampai ke hal-hal yang kompleks.
Sebagian orang mengatakan bahwa jika sebuah hubungan sudah retak, maka tidak¬lah mungkin diperbaiki lagi, seperti sebuah gelas yang retak tidaklah mungkin diper¬baiki menjadi seperti semula. Pendapat ini menunjukkan pandangan hidup orang yang cenderung pesimis.
Bagi orang yang optimis, akan melihat dari sudut pandang yang ber-beda. Keretakan dalam suatu relasi tidak semata-mata dilihat sebagai sebuah akhir dari relasi itu sendiri. Keretakan sebuah relasi bagi mereka dianggap sebuah peringatan yang dapat lebih mempererat relasi dan pemberian makna yang lebih dalam dari relasi itu.
Memang benar, seperti sebuah gelas retak tidaklah mungkin akan kembali seperti semua. Sekalipun dilem atau dilas kembali pasti akan ada bekas-bekasnya. Tinggal bagaimana memberikan nilai lebih dan sentuhan-sentuhan yang halus dan indah, sehingga bekas dari keretakan itu justru akan memancarkan sebuah keindahan dan harmonisasi.
Demikian juga halnya dengan relasi dalam kehidupan kita. Salah satu hal yang dapat merekatkan kembali relasi yang telah retak adalah adanya kerelaan untuk mengampuni. Memang mengampuni adalah hal yang tidak gampang dilakukan, tetapi dengan mengingat bahwa kita telah diampuni oleh Kristus, maka kita pun wajib saling mengampuni. —Darmanto
Dengan saling mengampuni kita akan mengukir
keindahan hidup yang kita jalani bersama.
keindahan hidup yang kita jalani bersama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama : ________________________________________________
E-mail: _______________________________________________
Komentar Anda : ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________